Monday, July 7, 2014

Mengapa Univ PDI&ISP Lebih Mahal dari USBASP?

Pertama kali upload gambar Univ PDI&ISP banyak orang mengira ini adalah USBASP. Secara fungsi ya, sama-sama downloader. Tapi tunggu dulu, Univ PDI&ISP adalah downloader xmega yang diberi kemampuan juga untuk download megaAVR, tinyAVR dan MCS51 dari ATMEL. Jadi....?
Ya, Univ PDI&ISP adalah downloader xmega yang juga memiliki kemampuan download USBASP. Mari kita bandingkan keduanya. 




1. Sama-sama pakai USB

2. Univ PDI&ISP menggabungkan 2 interface downloader yaitu PDI dan ISP dalam 5 PIN. sedangkan USBASP hanya bisa ISP.

3. Xmega adalah mikro baru. Mikro ini menggunakan interface PDI dalam proses downloader program. Ketersediaan downloader xmega yang menjadi kendala mengapa mikro ini belum populer. Untuk download harus pakai AVRISP MKII asli atmel yang support PDI. Harga paling murah Rp 510.000,- di Indonesia. 

4. Koneksi Univ PDI&ISP menggunakan 5PIN sedangkan USBASP menggunakan 10PIN. sebenarnya ISP hanya membutuhkan 5PIN sebagai interface yaitu;

  1. MOSI
  2. MISO
  3. SCK
  4. RST
  5. GND

Nah, pernahkan anda perhatikan bahwa konektor USBASP banyak menyediakan hal yang mubazir? 4PIN digunakan sebagai GND, mubazir bukan?
Bahkan USBASP sering dimodif seperti gambar berikut ini

atau seperti ini

tentu akan banyak menimbulkan kesulitan, potensi gagal, rusak dan lain sebagainya. Pada akhirnya yang anda gunakan hanya 5PIN di atas :D

Coba anda bandingkan dengan Paket Univ PDI&ISP. Di dalamnya terdiri dari Hardware Univ PDI&ISP beserta kabel jamper Female to Female 5pcs, seperti gambar berikut ini



Anda tinggal tancapkan jamper tersebut ke kaki header yang sesuai dengan namanya.


5. Dari ukuran dimensi Univ PDI&ISP lebih kecik dari USBASP

6. Univ PDI&ISP akan secara otomatis berpindah dari tegangan 5V ke 3.3V, sedangkan USBASP harus memindah jamper.

7. Keduanya menggunakan driver libusb yang telah di-sertifikasi, sehingga dapat mendukung hingga windows8 64bit.

8. Status Univ PDI&ISP adalah Closed Source yang berarti berasal dari satu sumber. Anda akan mendapatkan support penuh jika terjadi kesulitan dalam menggunakan downloader lewat blog ini.
Jika menggunakan USBASP anda hanya bisa bertanya pada kawan, bertanya di forum dan cuma bisa berharap ada yang mau membantu anda.

9. Program Univ PDI&ISP menyertakan editor setting untuk mikro baru. Jika Atmel mengeluarkan mikro dengan interface download ISP atau PDI, anda tinggal buka editor settingnya. Pilih tab 'Setting', tekan 'Micro PDI' (yang saya lingkari biru) untuk setting mikro dengan interface download PDI. anda tinggal masukan parameter-parameter mikro yang baru tersebut.



Untuk mikro dengan interface downloader ISP tinggal tekan 'Micro ISP' (yang  saya lingkari merah) dan akan membuka form setting ISP seperti gambar di bawah ini.



Jika anda tidak bisa untuk memasukkan setting parameter-parameter mikro baru, maka anda dapat menghubungi saya lewat blog ini, maka setting parameter-parameter baru saya kirim berupa file dan anda tinggal meng-Install-nya.

10. Univ PDI&ISP adalah produk dalam negri Indonesia. Anda akan mendapatkan dukungan after sale yang mudah, karena produsennya ada di dalam negri, mudah di hubungi. USBASP biasanya adalah produk cina. jika anda menemukan kesukaran, maka anda akan susah untuk mendapatkan solusi. Bahkan penjuanya saja tidak bisa menghubungi, menyampaikan keluhan ke produsen.


11. Kecepatan download USBASP hanya terdiri dari dua setting yaitu low dan hi. Untuk memilihnya disediakan Header yang harus diatur secara manual. Kecepatan download Univ PDI&ISP dapat diatur lewat program. Disediakan scrool bar yang dapat anda atur kecepatan download ke Flash, EEPROM dan SCK(clock SPI).


  12. Univ PDI&ISP memiliki PIN tambahan yaitu; PIN Vcc yang anda dapat gunakan untuk sumber Vcc. PIN ini terhubung langsung ke Vcc USB. PINxtal1 yang dapat digunakan sebagai sumber clock jika anda salah menulis fuse bit, hingga sumber clock mengarah ke external clock.

13. Dengan semua kelebihan-kelebihan di atas anda tentu akan puas dan mengatakan wajar jika Univ PDI&ISP dihargai ratusan ribu rupiah, mempunyai kemampuannya seperti AVRISP MKII asli Atmel yang seharga Rp510.000,-. 

Kata Master Zamzoni Protosov:
sip. mantap nih. kata orang, reasonable price hehe.. ok

Kata Master Rachmat Jeny:
Gila... Orang Indonesia bisa buat kayak gitu, downloadnya cepet banget.


TERIMAKASIH :D





Baca SelengkapnyaMengapa Univ PDI&ISP Lebih Mahal dari USBASP?

Thursday, April 10, 2014

Mengapa Anda Perlu migrasi ke XMEGA Jilid I

ATxmega adalah salah satu anggota AVR.

Anda tentu tidak asing dengan AVR, baik itu classicAVR, megaAVR dan tinyAVR. Keempat anggota yang disebut tadi adalah anggota yang mempunyai core chip yang sama, yang membedakan adalah jumlah Flash, EEPROM, RAM dan kelengkapan periperal yang menyertainya; semisal jumlah USART, ADC, jumlah PIN dan lain-lain. AVR adalah mikrokontroler yang dirancang dengan arsitektur Harvad yang rata-rata hanya membutuhkan satu clock untuk melaksanakan satu perintah. Dengan rancangan chip yang sekarang (diperbaharui dengan kode A)  maksimal clock yang bisa diberikan adalah 20Mhz, sehingga perintah yang dapat dilakukan hingga 20MIPS (Mega Intruction Per Secon).

Beban perintah (komputasi) tergantung pada aplikasi yang anda buat. Anda mungkin membuat aplikasi ON/OFF relay sederhana, mungkin anda hanya memerlukan mikro AT89S51. Atau anda membutuhkan komunikasi USB sederhana dengan PC, mungkin anda memerlukan ATmega8A dengan VUSBnya. Mungkin juga anda ingin bermain-main dengan suara, anda perlu mikro yang lebih powerfull lagi semisal ARM.
Untuk berpindah dari satu arsitektur ke arsitektur mikro lainnya gara-gara kebutuhan komputasi yang lebih tinggi tentu membutuhkan kerja keras yang sangat melelahkan. Misalnya anda terbiasa dengan AVR, lalu anda ingin membuat aplikasi yang sangat haus komputasi semisal aplikasi yang membutuhkan enskripsi moderen AES 128Bit atau bahkan 256Bit, atau ingin bermain-main dengan suara. Tentu sebelumnya anda akan melirik ARM, dan ketika anda menyadari bahwa anda harus belajar mikro ARM dari awal karena arsitektur AVR berbeda dengan ARM. Tentu jika anda punya waktu lebih akan anda laksanakan. Tetapi jika anda tidak memiliki waktu lebih, akan sangat membebani anda. :)

ATMEL tentu membaca kebutuhan anda akan mikrokontroler yang lebih powerfull dari AVR tetapi dengan proses migrasi yang semudah mungkin. Jawaban ATMEL adalah dengan mengeluarkan produk xmegaAVR.

 xmegaAVR adalah suatu mikrokontroler yang memiliki core chip yang berbeda dengan core chip mikro AVR yang lain. xmegaAVR dirancang untuk dapat bekerja hingga clock 32Mhz, kecepatan ini di dalam mikro masih dapat diberikan faktor pengali lewat PLL hingga 128Mhz kata datasheet, saya berhasil mencoba hingga 80Mhz.Kecepatan tersebut yang digunakan pada core chip.

Selain dapat berlari kencang xmegaAVR juga dilengkapi teknologi hemat energi, yang diberi nama picoPower oleh Atmel. Teknologi hemat energi, xmegaAVR bekerja pada 1,6-3,6V.
Fitur-fitur yang ditancapkan juga tidak kalah hebatnya. Ada 2xADC 12bit, megaAVR hanya 1xADC 10Bit. Ada DAC, kalo megaAVR harus buat DAC luar atau memanfaat DAC jadi-jadian dengan cara PWM diberi Lowpas Filter :). Ada CRC, kalo megaAVR harus bersusah-susah buat program CRC sendiri. Ada DMA, Even Sistem, hardware Advanced Encryption Standard (AES) dan Data Encryption Standard (DES). PIN yang fungsinya macam2. QTouch, hemm.... yam...iiii. Bakal ngak laku orang jual Kypad xixixi...
UARTnya banyak. ada yang 2, 5 bahkan ada yang 8 buah UARTnya :)

Itu Si DMA dan Si Even Sistem kerjanya seperti reflek. Seperti nafasmu, yang sekali diprogram oleh Alloh, akan bekerja dgn sendirinnya tanpa campur tangan kesadaran otakmu, tapi kalo otak sekali2 pingin ngendaliin boleh juga :)
Si DMA bisa langsung update data sendiri di memory tanpa menyela program (semisal pakai intrupsi). Misalnya data ADC periodik yang telah tercaptur dapat langsung masuk ke memori (RAM). Jadi jalannya program tinggal konsentrasi mengolah program.
Dari sisi Harga murah juga. Berikut ini sedikit data perbandingan 2 mikro megaAVR dan xmegaAVR dengan form sama yaitu 32pin TQFP




Dan yang membuat migrasi dari megaAVR ke xmegaAVR mudah adalah Op-code (perintah menemonic) keduannya sama! Ya, keduannya memiliki kesamaan Op-code. Jika anda memprogram dalam bahasa C semisal COVIS, WinAVR, kedua compiler tersebut menyediakan kemampuan mengkompile program xmegaAVR!
Bahkan bahas basic dengan BASCOMnya juga menyediakan compiler untuk xmegaAVR.

Anda juga tidak akan banyak menemui kesulitan dalam memporting program yang tadinya memakai megaAVR ke xmegaAVR bahkan dalam bahasa asembeler!



Baca SelengkapnyaMengapa Anda Perlu migrasi ke XMEGA Jilid I

Wednesday, April 9, 2014

Minimum Sistem ATxmega

Memperkenalkan Sebuah Minimum Sistem ATxmega.
Minimum ini diberinama "Mini Xmega16/32" atau panggilan singkatnya "Mini". Mini  menggunakan ATxmega32D4 AU sebagai inti mikrokontroler-nya. Seri D dari keluarga xmegaAVR ini dipilih karena alasan harga seri D yang lebih rendah dari seri lainnya. Jika anda memerlukan seri-seri lain dalam keluarga xmegaAVR semisal seri A yang powerfull, Anda dapat memesannya langsung ke saya. Di dalam Mini ini sudah terdapat downloader ke mikrokontroler ATxmega32D4 lewat USB. Downloader yang digunakan adalah Univ PDI&ISP.

 Minimum Sistem Mini Xmega16/32 (Mini)
Spesifikasi Mini adalah:
  • Mikrokontroler ATxmega32D4
  • Downloader Univ PDI&ISP
  • xtal 4Mhz, lewat PLL hingga 80Mhz
  • Sumber tegangan USB atau external 5V
  • hingga 34pin IO
  • PIN PE0 & PE1 mengendalikan Output LED
  • 2 USART yang masing-masing dapat di remap jadi 4 USART
  • Dan Kelebihan-kelebihan lain xmega

Berikut ini adalah Gambar rangkaian Mini:



Mini dirancang untuk memenuhi kebutuhan riset anda akan mikrokontroler xmegaAVR, dan ide-ide cemerlang anda. Ukuran Mini dirancang dapat dipasang ke breadboard. Untuk dapat menggunakan breadboard, anda butuh menyediakan 2 buah breadboard:

 Butuh 2 breadboard

Kedua buah breadboard tersebut dapat anda jadikan satu. Kemudian Mini dapat anda pasangkan pada breadboard tersebut.
Mini dengan 2 breadboard siap untuk riset :)

Nah setelah itu anda dapat memulai reset anda dengan Mini. Eh lupa... kalo belum tau cara instal downloadernya Univ PDI&ISP, hubungkan Mini dengan PC lewat USB terus ikuti deh tata cara di ling berikut ini http://adpproduct.blogspot.com/2014/03/driver.html

Contoh pertama Program Mini.
Program ini sama dengan program Hello Word pada posting saya terdahulu, cuma karena minimum yang dahulu menggunakan PORT A sebagai output LED, pada Mini PORT E digunakan sebagai output LED.

Program ini Masih dalam AVR Studio 4.18 dan WinAVR20100110. berikut ini programnya. Saya tidak menerangkan bagaimana proses membuat programnya, karena sama dengan memprogram AVR yang lainnya, atau sama pada contoh program Hello Word.
Dan ini penampakannya:

Mini akan saya gunakan sebagai contoh-contoh program tentang xmega selanjutnya.
Ikuti blog saya ini untuk belajar bersama tentang xmega :)























Baca SelengkapnyaMinimum Sistem ATxmega

Sunday, March 9, 2014

Program "Hello world" dengan XMEGA

Mengapa program "Hello world"?
Biasanya jika kita belajar pemrograman maka contoh pertama yang diberikan adalah menulis "Hello world" pada I/O, Monitor atau Printer. Nah, kalo pada mikrokontroler akan sangat sulit jika harus mengeluarkan tulisan "Hello world" ke Monitor. Bahkan untuk mengeluarkan tulisan "Hello world" ke LCD  membutuhkan keahlian menengah.

Untuk mikrokontroler program "Hello world-nya" adalah program hidup matikan LED, atawa bahasa kerennya Flip-flop.
"Halah, kalo cuma bikin Flip-flop ngapain pakai xmega, Mas?!".
Itulah komentar generasi serba instan, yang maunya nyentuh mikro terus bisa bikin alat/aplikasi yang wah. Kalo memang itu maunya, yawis, beli saja modul 'made in Italy' yang versi Cinanya Rp190ribuan terus download program yang diinginkan di internet, jadi deh :) :P

Sudah deh ngocehnya, kita langsung praktek saja :D. Pada tulisan ini program ditulis dalam bahasa C menggunakan aplikasi AVR Studio 4.18 dan compiler AVR GCC.

Yang anda butuhkan untuk memulai membuat program adalah,
Sofware:

1. Program compiler (AVR Studio 4.18)
Anda dapat menggunakan BASCOM, COVIS, dll, tentu anda sudah sering menggunakan compiler-compiler tersebut untuk AVR. Compiler-compiler tersebut sudah support xmega. Dalam kesempatan ini saya menggunakan AVR Studio 4.18. AVR Studio tidak support untuk beberapa seri xmega. Untuk generasi xmega baru seperti seri E, anda dapat menggunakan ATMEL Studio. ATMEL Studio adalah aplikasi yang lengkap untuk semua produk ATMEL, tetapi membutuhkan spesifikasi hardwer PC yang lebih.

2. WINAVR atau AVR GCC. saya menggunakan WinAVR-20100110 dapat anda download di http://sourceforge.net/projects/winavr/files/WinAVR/20100110/

3. Program downloader (Univ PDI&ISP  ver.1.0)
Anda dapat menggunakan downloader xmega yang lain semisal AVRISP mkII, JTAGICE mkII dan lain-lain. Tetapi jika anda menggunakan Univ PDI&ISP anda harus menggunakan program bawaannya yaitu Program Univ PDI&ISP  ver.1.0.

Hardware:
1. Downloader Univ PDI&ISP
Anda dapat menggunakan Univ PDI&ISP atau dapat menggunakan yang lain.


2. Minimum sistem xmega
Mungkin belum banyak minimum sistem xmega dijual dinegara kita, tidak seperti minimum sistem megaAVR. Salah satu minimum sistem yang sebentar lagi dijual di Indonesia adalah mini_xmega16/32. Minimum tersebut sudah termasuk Downloader Univ PDI&ISP, jadi anda tidak butuh downloader xmega lagi jika anda menggunakan minimum ini.

Jika anda belum bisa menyediakan minimum sistem, tidak mengapa. Anda dapat membuat minimum sendiri. Xmega belum tersedia dalam packaging DIP, dan yang mungkin kita buat secara manual minimum sistenya adalah yang dalam packaging TQFP. berikut ini gambar minimum ATxmega32D4 TQFP dengan bahan-bahan yang mudah didapat.


Minimum ini dibuat dengan karton bekas bungkus susu balita, isolasi bolak-balik, kabel serat tunggal berisolasi, LED, Resistor, Capasitor, IC penurun tegangan AMS1117 -3.3V dan Header 4pin.  Tutorial membuat minimum sistem ini InsyaAlloh saya bahas tersendiri dalam blog ini.
Berikut ini gambar rangkaiannya. 



Urutan Headernya adalah:
  1. GND (Ground)
  2. VCC (Sumber tegangan 5-3.6V)
  3. RST (Reset)
  4. PDI (Program and Debug Interface) 
Selanjutnya buka AVR Studio.
pilih 'New Project'


pilih 'AVR GCC', tentukan lokasi penyimpanan, tulis Project name (dalam contoh diberi nama 'main'), lalu tekan tombol 'Next>>'


pilih 'AVR Simulator 2', lalu pilih mikrokontroler yang digunakan (dalam contoh ATxmega32D4), lalu tekan tombol 'Finish'


dan inilah tampilan AVR Studio dengan file 'main.c' yang terbuka.

Tulis potongan program di bawah ini pada editor file 'main.c'

Karena kita menggunakan I/O maka 'avr/io.h' harus di-include, dan kita juga menggunakan subrotin _delai_ms(x) maka 'delay.h' yang berada pada direktori util di-include-kan.
Memulai program kita lakukan inisialisasi terhadap DIR (direction atau arah) PortA dan PortB. dalam program di atas DIR sebagai Output. Kemudian PortA dan PortB di SET, atawa PortA dan PortB mengeluarkan logika High.
Pada loop program, dibuat PortA.0 dan PortA.1 hidup dan mati bergantian.

Xmega dari awal akan menggunakan sumber clock internal 2MHz. Kita dapat mengalihkan ke sumber clock yang lain pada inisialisasi program. Subrotin '_delai_ms(x)' dapat bekerja dengan tepat jika 'Compiler Option' untuk Frekuensi Xtal disertakan. Caranya adalah tekan tombol 'Edit Current Configuration Option', atau yang dilingkari merah pada gambar di bawah.



Isi kolom 'Frequency' dengan 2000000 hz yang berarti 2Mhz. lalu tekan tombol 'OK'
Setelah itu compile program dengan menekan tombol 'Build Active Configuration' atau tekan F7.
Pastikan tidak terdapat pesan error atau warning pada cendela 'Build'.

Sampai dengan proses ini program anda telah di-compile dan sudah dibuat file 'main.hex'. File ini yang selanjutnya dapat anda download ke xmega dengan bantuan Univ PDI&ISP.

Hubungkan minimum mikro ke Univ PDI&ISP, hubungkan Univ PDI&ISP ke PC.

Jalankan program Univ PDI&ISP, lalu Tekan tombol 'Load Flash'. Dari folder tempat anda menyimpan project buka folder 'default'. Pilih file 'main.hex' seperti gambar di bawah, lalu tekan 'Open'.

Setelah itu anda dapat menekan tombol 'Write Flash' untuk proses download program ke xmega.

Selamat, Selesai deh downloadnya :)

Anda juga dapat menggunakan fungsi 'Auto Prog' agar mempermudah proses download selanjutnya jika anda melakukan editting program.
Langkah yang diperlukan adalah mencentang fungsi-fungsi apa saja yang ingin dilakukan pada saat Auto Prog pada Tab 'Setting' kelompok 'Auto'. Default-nya adalah 'Reload FLASH', 'Erase Device', 'Program FLASH', 'Verify FLASH'. Anda dapat mencentang fungsi-fungsi lain yang anda butuhkan.
Selanjutnya setiap anda menekan tombol 'Auto Prog' maka Univ PDI&ISP akan melakukan fungsi-fungsi yang telah anda centang tadi.

Karena semua fungsi dalam proses download sudah terangkum  dalam satu tombol yaitu 'Auto Prog', maka form Univ PDI&ISP dapat anda perkecil agar tidak memenuhi layar monitor anda. Tombol 'Min' dapat anda tekan untuk memperkecil form Univ PDI&ISP.

Anda dapat mengedit program anda, meng-compile dan download program cukup dengan menekan tombol 'Auto Prog'.

berikut ini video hasil download mikro xmega dengan Univ PDI&ISP









Baca SelengkapnyaProgram "Hello world" dengan XMEGA

Saturday, March 8, 2014

PC Program Univ PDI&ISP

berikut ini link Programnya
Setelah anda berhasil mengistal hardware, selanjutnya hubungkan 
minimum -> downloader -> PC


Gambar menghubungkan minimum -> downloader -> PC. atas untuk AVR dan MCS51, bawah untuk xmega

Buka program Univ PDI&ISP.Jika mikro dapat dikenali maka ID (signatur)  akan ditampilkan pada memo. Pada contoh di bawah ID yg didapatkan ATxmega16E5. Jika tidak ditemukan coba klik tombol ‘ID micro’ untuk scanning mikro kembali. Hal yang sama dapat anda lakukan untuk mikro AVR dan MCS51. Downloader ini akan secara otomatis berpindah dari mode PDI ke mode SPI tanpa khawatir masalah tegangan kerja yg berbeda. xmega bekerja pada tegangan 1.6-3.6V sedangkan AVR dan MCS51 hingga 5V.



Gambar form sofware Univ ISP&PDI


Anda dapat menulis, membaca, menghapus Flash, EEPROM, User Signatur, Lock&Fuse secara individu lewat tombol-tombol yang berada ‘page control’ masing-masing.
Contoh jika ingin menulis Flash tombol yang harus di klik adalah;
‘Load Flash’ -> load hex file -> ‘Write Flash’
Jika ingin menghapus Flash;
‘Erase Chip’
(yang juga akan menghapus EEPROM tapi tidak menghapus User Signatur)
Jika ingin membaca Flash;
‘Read Flash’
'Clear Bu F..' untuk menghapus buffer file Hex pada buffer PC dan
'ReLoad F..' untuk Load ulang file Hex dengan nama yang sama dengan file Hex terakhir yang di ‘Load Flash’.
Hal yang sama dapat anda lakukan untuk EEPROM dan User Signatur.
Lock&Fuse dapat dibaca dan di tulis pada page control Lock&Fuse1 dan Lock&Fuse2. Anda tinggal mengatur check box tempat Lock&Fuse yang diinginkan. Selain check box juga disertai hexsa Lock&Fuse yang akan ditulis ke mikro jika check box di ubah, sehingga mempermudah setting Lock&Fuse.

Selain dapat melakukan proses download secara manual, dari Load Flash, Write Flash, Load EEPROM dan lain-lain, juga dapat dilakukan secara otomatis. Cara ini akan melakukan proses dari check ID (Signatur), reload Flash dan EEPROM, hapus, tulis, verify hingga menulis Lock&Fuse dan auto insert.
Pertama-tama kita harus melakukan Load file hex Flash dan file hex EEPROM, sehingga jika terjadi proses reload program akan melakukan loading ulang file hexa dengan nama yang sama. Tombol ‘Auto Prog’ akan melakukan proses download secara otomatis terhadap langkah-langkah di atas sesuai dengan check box pada kelompok Auto yang tercentang.

Group ‘Micro’ pada page control setting digunakan untuk setting mikrokontroler baru jika belum didukung program ini, baik MCS51, AVR atau Xmega.

Auto insert digunakan untuk memberikan nomor serial pada Flash atau EEPROM. Auto insert akan melakukan incremen atau decremen otomatis yg berguna dalam pemrograman mass product. Fungsi ini akan dibahas pada bab tersendiri.

Tombol ‘Min’ digunakan untuk minimize program. Form minimize akan menyisakan memo, tombol Clear Report dan Auto Prog. Form program yang minimize akan membuat program tidak memenuhi tampilan monitor PC, dan jika Auto telah anda setting maka proses download mulai Load Flash, Program Flash dan lain-lain dapat dilakukan hanya dengan menekan tombol AutoProg.



Baca SelengkapnyaPC Program Univ PDI&ISP

Driver Univ PDI&ISP

Link download driver 
Univ ISP&PDI menggunakan driver libusb USB yang sama digunakan oleh USBASP, sehingga jika USBASP sudah terinstal pada PC maka Univ ISP&PDI akan dikenali sebagai USBASP. Jadi jika USBASP sudah terinstal pada PC maka proses instal tidak perlu dilakukan. Anda tinggal tancap Univ ISP&PDI ke PC dan jalankan programnya. Driver ‘libusb’ digunakan karena libusb ini adalah driver yang telah disertifikasi sehingga dapat digunakan pada window 64bit, baik win7 maupun win8.
Berikut ini langkah-langkah instalasi:
  1. Hubungkan Univ ISP&PDI ke port USB dan tunggu hingga terdapat pesan: 



Pesan tidak sukses menginstal kita hiraukan saja dan lanjutkan ke langkah selanjutnya.
Kalo pada windows XP
Cancel proses instalasinya
 

  1. Buka Aplikasi ‘Zadig’


Karena ‘Univ ISP&PDI’ dikembangkan dari ‘USB Simple I/O’ maka pastikan ada pilihan ‘USB Simple I/O’ dan ‘libusb-win32(v1.2.6.0)’, lalu tekan “Install Driver”.

Selesai sudah proses instalasi driver. Langkah ini sama untuk semua Windows













Baca SelengkapnyaDriver Univ PDI&ISP

Friday, March 7, 2014

Universal PDI dan ISP (Univ PDI&ISP)

Univ PDI&ISP adalah downloader yang diproduksi oleh ADP Product. Univ PDI&ISP ini dapat digunakan untuk download program ke ATxmega, AVR dan MCS51 produksi dari ATMEL. Univ PDI&ISP merupakan downloader mikrokontroler xmega paling murah hingga saat tulisan ini dibuat. Xmega adalah mikro keluarga baru dari AVR. mikro ini menawarkan kecepatan dan fitur yang lebih dibanding anggota keluarga AVR yang lain. Dari sisi harga, xmega juga menawarkan harga yang lebih murah dari megaAVR ataupun tinyAVR.

Kendala selama ini adalah masalah download program ke mikro xmega. Mikro xmega menggunakan interface PDI (Program and Debug Interface) sedangkan anggota keluarga AVR yang lain menggunakan interface SPI (Serial Peripheral Interface). Untuk downloader SPI cukup banyak tersedia semisal UnivISP, USBASP, dll. Bahkan bikin sendiri juga bisa. Sedangkan untuk downloader PDI sampai hari ini harus menggunakan minimal Atmel AVRISP mkII (asli dari ATMEL), yang harganya di Indonesia Rp510.000,-.

Mengapa harus ganti dari SPI ke PDI?
Teknologi baru tentu menawarkan lebih, begitu juga PDI. PDI menawarkan kecepatan download program ke mikro yang lebih cepat dari SPI. SPI memerlukan 5 kabel interface, yaitu; MISO, MOSI, SCK, RST dan GND, sedangkan PDI hanya memerlukan 3 kabel interface, yaitu; PDI, RST dan GND. Untuk keuntungan tersebut ATMEL merubah interface download pada keluarga AVR ke PDI.

PIN Univ PDI&ISP 
Univ PDI&ISP menyediakan 5 PIN untuk interface programmer ke mikro kontroler, satu konektor USB dan 2 PIN kelengapan jika dibutuhkan. 2 PIN tersebut adalah Vcc dan xtal1.


Univ PDI&ISP beserta PIN-PIN yang disediakan

5 PIN digunakan jika Univ PDI&ISP sebagai downloader megaAVR, tinyAVR, classicAVR atau MCS51, seperti gambar berikut


 Univ PDI&ISP sebagai downloader megaAVR, tinyAVR, classicAVR atau MCS51

sedangkan 3PIN digunakan jika Univ PDI&ISP sebagai downloader xmega, seperti gambar berikut




Univ PDI&ISP sebagai downloader xmega


2PIN yang lain adalah PIN-PIN kelengkapan, artinya jika anda membutuhkan dapat digunakan. PIN-PIN tersebut dari perakitan memang tidak disertakan header untuk mempertahankan kepraktisan. Univ PDI&ISP dapat masuk ke kantong baju anda dengan mudah, tetapi jika PIN-PIN tersebut dipasang maka Univ PDI&ISP akan tersangkut dikantong anda :).

PIN Vcc adalah PIN yang menyediakan tegangan VCC 5.25V-4.4V yang terhubung langsung dari sumber Vcc USB. PIN xtal1 adalah PIN yang menyediakan external clock 2.5MHz. External clock ini dapat digunakan jika fuse mikrokontroler AVR tersetting untuk external clock. Dengan kata lain sumber clock ini dapat digunakan sebagai napas buatan jika mikrokontroler mati suri :). Caranya adalah dengan menghubungkan PIN ini dengan PIN xtal1 pada mikrokontroler.


Jangan lupa xmega mempunyai tegangan kerja 1.6V-3.6V. 









Baca SelengkapnyaUniversal PDI dan ISP (Univ PDI&ISP)